Indonesia diprediksi alami musim kemarau yang lebih lama dari biasanya

Foto yang diabadikan pada 18 Maret 2026 ini menunjukkan ledakan di Riyadh, Arab Saudi. Pertahanan udara Arab Saudi mencegat delapan rudal balistik yang diluncurkan ke arah Riyadh pada Rabu (18/3) malam waktu setempat, demikian diumumkan Kementerian Pertahanan Arab Saudi. (Xinhua)

IRGC menyerang Pangkalan Udara Pangeran Sultan, yang terletak sekitar 96 kilometer sebelah tenggara Riyadh, ibu kota Arab Saudi, merusak beberapa pesawat tanker pengisi bahan bakar di udara KC-135.

 

Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran pada Ahad (29/3) menyatakan telah menghancurkan sepenuhnya sebuah pesawat E-3 Sentry milik Amerika Serikat (AS) yang dilengkapi dengan sistem peringatan dan pengendalian udara (airborne warning and control system/AWACS) dalam operasi rudal dan drone baru-baru ini yang menargetkan Pangkalan Udara Pangeran Sultan (Prince Sultan Air Base) di Arab Saudi.

Dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di outlet berita resminya, Sepah News, IRGC mengatakan operasi tersebut dilakukan oleh Divisi Kedirgantaraan garda itu.

Pesawat lain di sekitarnya juga mengalami kerusakan serius saat serangan tersebut, tambah IRGC.

Pada Jumat (27/3), IRGC menyerang Pangkalan Udara Pangeran Sultan, yang terletak sekitar 96 kilometer sebelah tenggara Riyadh, ibu kota Arab Saudi, merusak beberapa pesawat tanker pengisi bahan bakar di udara KC-135 dan menghancurkan satu unit.

Sementara itu, pasukan Iran pada Ahad mengatakan bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil menembak jatuh sebuah drone MQ-9 Reaper yang melakukan invasi di sebelah timur Selat Hormuz, demikian dilaporkan oleh kantor berita resmi Iran, IRNA.

Pasukan pertahanan udara Iran telah menembak jatuh 138 drone sejak perang dimulai, ungkap laporan itu.

Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan beberapa kota Iran lainnya, hingga menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, beserta sejumlah komandan militer senior dan warga sipil. Iran kemudian merespons dengan melancarkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta pangkalan dan aset AS di Timur Tengah.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait